Selasa, 18 November 2014

ASPEK KEPERILAKUAN PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN

Definisi
Pengambilan keputusan  didefinisikan sebagai proses memilih diantara berbagai alternatif tindakan yang berdampak pada masa depan.
seperti banyak aktivitas sosial lainnya, proses pengambilan keputusan dijabarkan dalam langkah-langkah berikut:
1.Pengenalan dan pendefinisian suatu masalah/peluang
informasi mengenai kondisi lingkungan eksternal mengungkapkan adanya peluang atau produk/ pasar baru. Pendidikan, pengalaman, watak,karakter,dan faktor-faktor keperilakuan lainnya dari para pengambil keputusan dapat menentukan apakah masalah tersebut  dianggap penting, menjanjikan peluang, atau menginisiasikan  proses pengambilan keputusan.

2. pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas konsekuensinya
fitur-fitur yg dapat dikuantifikasikan  akan berupa estimasi keuangan atas biaya dan manfaat yang berkaitan dengan setiap alternatif.

3. pemilihan alternatif yang optimal atau memuaskan
Keputusan akhir seringkali didasarkan pada pertimbangan politik dan psikologis dibandingkan fakta-fakta ekonomi.

4. penerapan dan tindak lanjut

Motif kesadaran

Keinginan akan kestabilan menegaskan adanya kemampuan untuk memprediksikan. Hal ini akan memenuhi keinginan individu untuk membangun bagian-bagian konsep yang sesuai satu sama lain secara konsisten. Motif ini mengaktifkan, baik pikiran sadar maupun bawah sadar untuk menghindari ketidakstabilan, ketidakjelasan, atau ketidakpastian informasi.
Ada 4 jenis model keputusan:
1. Model keputusan yang diprogram secara sederhana
            pencarian informasi difokuskan pada data-data yang relevan dari pengalaman lalu.
2. Model keputusan yang tidak diprogram secara sederhana
            informasi bersumber dari prasangka melalui keyakinan-keyakinan umum
3. Model keputusan yang diprogram secara kompleks
            pencarian informasi dilakukan secara ekstensif dan seringkali menerapkan pengambilan sampel secara statistik atau dengan alat-alat pencaro dan kuantifikasi lainnya.
4. Model keputusan yang tidak diprogram secara kompleks
            informasi diperoleh baik secara eksternal maupun internal, kemudian dianalisis secara rasional

JENIS-JENIS MODEL PROSES
  1. a.       Model ekonomi
         mengasumsikan bahwa seluruh kegiatan dan keputusan manusia adalah rasional  sempurna dan                bahwa dalam suatu organisasi, terdapat konsistensi antara beragam motif dan tujuan
  1. b.      Model sosial
          mengasumsikan bahwa manusia  pada dasarnya adalah irasional dan keputusan yg dihasilkan                    terutama  didasarkan pada interaksi sosial.
  1. c.       Model kepuasan simon
          Model ini didasarkan pada konsep Simon tentang manusia adminstratif, dimana manusiadipandang           sebagai makhluk yg rasional karena mereka mempunyai kemampuan untuk berfikir, mengolah           informasi, membuat pilihan , dan belajar.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ORGANISASI

Perusahaan sebagai unit pengambilan keutusan
Untuk mengatasi kelebihan beban dalam pengambilan keputusan ,organisasi mengembangkan prosedur operasi standar yang formal atau tidak formal untuk masalah yang berulang. Ada 4 konsep dasar relasional sebagai inti dari pengambilan keputusan bisnis:
1.      Resolusi semu darikonflik
teori keputusan klasik mengasumsikan bahwa konflik dapat diselesaikan dengan menggunkan rasionalitas lokal, aturan-aturan pengambilan keputusa yang dapat diterima, dan perhatian secara berurutan pada tujuan.
2.      Menghindari ketidakpastian
cybert dan March (1963) menemukan bahwa para pengambil keputusan dalam organisasi seringkali menggunakan strategi yang kurang rumit ketika berhadapan dengan risiko dan ketidakpastian.
3.      Pencarian masalah
pencarin tsb dimotivasi oleh adanya suatu masalah atau peluang dan tidak akan berhenti sampai masalah itu terpecahkan atau peluang itu ditindaklanjuti. Pada akhirnya, pencarian tsb dapat dirusak oleh bias komunikasi yg mencerminkan konflik yg tidak terselesaikan di suatu bagian.
4.      Pembelajaran organisasi
Organsasi memperlihatkan perilaku adaptif dari karyawannya. Mereka belajar untuk mengurusi bagian tertentu dari lingkungan tersebut dan bukan bagian lainnya, untuk menggunakan suatu kriteria dan mengabaikan kriteria lainnya
.
KESATUAN KELOMPOK
Kesatuan kelompok akan menurun ketika ukuran kelompok meningkat, karena interaksi antaranggota dalam kelompok lebih besar menjadi lebih sulit dan ketaatan terhadap tujuan bersama kelompok menjadi semakin tidak mungkin.
Faktor lainnya yang mempengaruhi kesatuan kelompok secara menguntungkan adalah riwayat dari kelompok itu. Sejarah pengambilan keputusan yang sukses menyatukan para anggota dan meningkatkan kesatuan, sementara kegagalan memiliki dampak yang buruk . kesatuan suatu kelompok juga akan meningkat ketika kelompok tersebut diserang oleh sumber eksternal seperti atasan mereka atau kelompok lain.




            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar